Bitung
Selasa, 27 Jul 2021, 1 Malam

Mau dapatkan penawaran khusus dan harga terbaik?

Jadi yang pertama nikmati penawarannya di Traveloka App!
Mau dapatkan penawaran khusus dan harga terbaik?
Jadi yang pertama nikmati penawarannya di Traveloka App!
Download sekarang
Halaman 1
Total 11 hasil pencarian
FILTER
URUTKAN
AREA
Filter Pencarian
Kebijakan Pesanan
Gratis Pembatalan
RANGE HARGA PER MALAM
BINTANG HOTEL
1
2
3
4
5
Quick Filter
All Category
  • All Category
  • Vaccinated Incentives (1)
  • Ramah Keluarga (11)
  • Deal Xtra (11)
FASILITAS
WiFi
Kolam Renang
Parkir
Restoran
Resepsionis 24 Jam
Lift
Akses Kursi Roda
Pusat Kebugaran
Fasilitas Rapat
Antar Jemput Bandara
PROPERTY TYPE
Hotel
Urutkan
  • Popularitas - Tertinggi
  • Harga - Termurah
  • Harga - Tertinggi
  • Rating - Tertinggi

    Penilaian user dari berbagai hotel di Bitung

    8.2
    Nyaman

    474 review dari berbagai hotel di Bitung dengan rata-rata score 8.2/10

    Masih ragu untuk memesan? Agar tidak salah pilih, beberapa penilaian dari hotel-hotel di Bitung dapat membantu Anda untuk memilih hotel yang tepat!

    AD
    Agung Danu Wibowo
    favehotel Bitung
    9.7
    / 10
    9.7
    14 Jun 2021
    Tempat yang nyaman untuk menginap di kota Bitung.

    Hotel di Bitung

    Tentang

    Bitung merupakan salah satu kota yang berada di Sulawesi Utara. Kota ini berkembang pesat karena terdapat beberapa pelabuhan yang menjadi salah satu faktor pendukungnya. Oleh karena itu, Bitung disebut sebagai kota pelabuhan. Secara hukum adat, Bitung merupakan tanah Minahasa yang terletak di timur laut Minahasa. Wilayah Bitung terdiri dari daratan yang berada di kaki Gunung Dua Saudara dan sebuah pulau yang bernama Lembeh. 

    Sejarah Bitung

    Bitung bermula ketika daerah yang dulunya banyak ditumbuhi oleh pepohonan ini digunakan oleh nelayan untuk berlabuh setelah melakukan aktivitas melaut. Bisa dikatakan bahwa letak Kota Bitung sangat strategis untuk berlabuh karena wilayah ini dilindungi oleh Pulau Lembeh yang dapat menahan hempasan ombak besar.

    Simon Tudus adalah seorang nelayan yang sedang membuat gubuk untuk persinggahannya saat itu. Dia melihat bahwa tempat yang dibangun gubuk itu banyak ditumbuhi pohon-pohon bitung yang sangat subur. Saat itu, Simon mulai bepikir bahwa tempat yang dia singgahi memang sering disinggahi oleh para nelayan dari Tonsea hingga Maluku. Sejak saat itu, jika ada nelayan yang bertanya nama daerah tersebut, Simon akan menjawab “Daerah Bitung.”

    Budaya di Bitung

    Sebagian penduduk Kota Bitung berasal dari suku Minahasa, suku Sangihe, dan komunitas etnis Tionghoa. Biasanya, pendatang Kota Bitung berasal dari suku Jawa dan Gorontalo yang sebagian besar bekerja sebagai pedagang. Sebagian besar masyarakat Bitung beragama Kristen Protestan. Bahasa yang sering digunakan adalah bahasa Manado sebagai bahasa ibu dan bahasa Sangihe yang digunakan oleh masyarakat suku Sangir.

    Kebudayaan Kota Bitung sendiri sangat dipengaruhi oleh budaya Sangihe dan Talaud karena banyaknya penduduk yang berasal dari suku Sangir.

    Wilayah Utama Bitung

    Sebagian besar 45,06% daratan Kota Bitung berombak dan berbukit, 32,73% bergunung, 4,18% daratan landau, dan 18,03% berombak. Secara spesifik, kota ini berkembang menjadi wilayah perkotaan, industri, perdagangan, dan jasa.

    Kota Bitung berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara di sebelah utara dan barat. Sementara itu, Laut Maluku menjadi perbatasan Kota Bitung di sebelah selatan dan timur.

    Cara ke Bitung

    Transportasi Udara

    Anda bisa menaiki pesawat dengan tujuan pendaratan di Bandara Sam Ratulangi, Manado. Setibanya di bandara, Anda harus melanjutkan perjalanan ke Bitung menggunakan kendaraan umum, seperti bus atau taksi.

    Transportasi Laut

    Saat ini, terdapat 2 Pelabuhan besar di Sulawesi Utara, yaitu Pelabuhan Manado dan Bitung. Biasanya, Pelabuhan Bitung digunakan untuk tempat berlabuhnya kapal internasional dan provinsi.

    Transportasi Darat

    Sistem transportasi darat Kota Manado dilayani oleh minibus atau angkutan kota, seperti mikrolet, taksi argo, dan bus Damri.

    Objek Wisata di Bitung

    Selat Lembeh

    Selat Lembeh merupakan perairan sempit yang memisahkan daratan utama Pulau Sulawesi dengan Pulau Lembeh. Selat Lembeh merupakan salah satu objek daya tarik wisata Kota Bitung. Di sini, wisatawan bisa menikmati berbagai macam aktivitas air, salah satunya adalah diving. Ketika diving, Anda akan melihat pemandangan bawah laut yang sangat indah. Flora dan Fauna yang cantik di Selat Lembeh sangatlah memesona siapa pun yang menemukannya.

    Pulau Lembeh yang berada di sebelah selatan Bitung ini merupakan benteng alam yang sangat tepat untuk melindungi Pelabuhan Bitung dari gelombang air laut. 

    Pelabuhan Bitung

    Pelabuhan Bitung merupakan pelabuhan alam terbesar di Sulawesi Utara. Di pelabuhan ini, terdapat dermaga khusus milik Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI). Berbagai jenis kapal, naik dari dalam dan luar negeri pasti berlabuh di Pelabuhan Bitung. Jadi, sangat disayangkan jika Anda tidak mengunjungi pelabuhan yang bersejarah ini saat sedang di Sulawesi Utara.

    Monumen Trikora Mandala Sakti

    Monumen bersejarah pada Perang Dunia II ini terletak di Batu Lubang, tepian Pulau Lembeh. Monumen ini terlihat angat jelas dari daratan Bitung, seakan menyampaikan ucapan selamat datang di Pulau Lembeh.

    Taman Marga Satwa Tandurusa

    Taman Marga Satwa Tandurusa berlokasi di Aertembaga, Bitung. Anda dapat menjumpai berbagai macam primata dengan ukuran terkecil di dunia, yaitu Tarsius, monyet kecil yang hanya ada di Pulau Sulawesi.

    Suka Alam Gunung Batu Angus dan Gunung Tangkoko

    Tempat wisata ini berada di Kelurahan Makawidey, Kecamatan Aertembaga, Sementara itu, Gunung Tangkoko berada di wilayah Kelurahan Batu Puti, Kecamatan Ranowulu.

    Gunung Dua Saudara

    Gunung ini berada di Kecamatan Ranowulu. Bagi Anda yang sangat menyukai aktivitas alam seperti mendaki, Anda bisa mencoba jelajahi Gunung Dua Saudara. Di sini, Anda akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat menakjubkan.

    Lokasi Perang Dunia II

    Lokasi ini berupa tempat karamnya kapal sewaktu Perang Dunia Kedua. Tempat ini sangat cocok untuk para penyelam yang ingin menengok sejarah di bawah laut. Bangkai kapal pada Perang Dunia Kedua ini berada di dua lokasi, yakni di bawah laut Kelurahan Mawali, Lembeh Utara dan di bawah laut depan Bimoli, Kecamatan Madidir.

    Pantai-pantai

    Di sini, wisatawan akan menemukan banyak pantai dengan balutan pasir putih dan air jernih, di antaranya Pantai Millenium, Batu Putih, Langi, Tanjung Merah, Pasir Panjang, Teluk Kasuari, Teluk Kungkungan, dan Teluk Walenekoko.
    Untuk hotel di Bitung, Anda tak perlu khawatir karena ada banyak penginapan berupa hotel dan homestay yang dapat dijadikan sebagai tempat beristirahat. Pilihlah hotel yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet Anda.

    Wisata Belanja di Bitung

    Bitung sangat unggul dengan kekayaan akan hasil lautnya. Jadi, Anda bisa membeli ikan yang ada di Bitung sebagai oleh-oleh. Ikan-ikan yang akan dijadikan sebagai buah tangan akan disajikan dalam bentuk olahan yang dikemas dalam kaleng, sehingga praktis untuk dibawa. Anda bisa datang ke Kelurahan Girian untuk mendapatkan oleh-oleh ikan kemasan ini. Ikan kemasan di kelurahan ini jual dengan harga mulai dari Rp50.000 hingga Rp200.000.

    Tips Berwisata di Bitung

    • Jika Anda seorang Muslim yang sedang berkunjung ke Bitung, hati-hatilah saat memilih makanan karena mayoritas makanan di Bitung adalah non halal. Anda disarankan bertanya terlebih dulu sebelum makan di restoran yang ada di sana.
    • Agar kulit tidak terbakar, ada baiknya Anda menggunakan sunblock secara berkala. Jangan lupa untuk membawa tisu basah untuk mengelap kulit sebelum menggunakan sunblock agar tidak iritasi.

     

    Akomodasi lainnya di Bitung

    Akomodasi Lainnya di Bitung
    1. Hotel >
    2. Indonesia (45,989 Hotel) >
    3. Sulawesi Utara (282 Hotel) >
    4. Bitung (23 Hotel)