Banyuwangi

Banyuwangi

Banyuwangi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Selain itu Banyuwangi adalah ibu kota kabupaten ini. Posisinya sebagai ibu kota kabupaten menjadikan bany...

Selengkapnya

Selengkapnya tentang Banyuwangi

Selengkapnya tentang Banyuwangi

Wisata Banyuwangi terbilang berkembang sangat pesat. Mulanya, salah satu kabupaten di Jawa Timur ini dikenal sebagai tempat transit wisatawan yang hendak berlibur ke Bali. Melihat adanya potensi pariwisata yang menguntungkan, pemerintah dan masyarakat setempat bergotong royong membangun citra Banyuwangi sebagai kota wisata yang maju.

Melalui banyak strategi dan terobosan yang telah dilakukan, wisata di Banyuwangi berhasil dikenal hingga ke mancanegara. Sinergi kreatif tercipta di antara pemerintah dan pengelola tempat wisata dalam mengembangkan pariwisata yang memperhatikan keseimbangan lingkungan.

Banyak tempat wisata di Banyuwangi yang bisa disambangi untuk liburan sendiri maupun bersama keluarga, pasangan, dan teman-teman. Tidak hanya wisata pantai yang eksotis, wisata lain seperti wisata gunung hingga padang sabana sangat memanjakan mata.Traveloka telah merangkum rekomendasi tempat wisata Banyuwangi yang wajib masuk itinerary liburan Anda selanjutnya. Temukan wisata alam Banyuwangi hingga wisata Banyuwangi terbaru berikut ini.

Tempat Wisata Banyuwangi

1. Pulau Tabuhan

Cocok jadi destinasi wisata honeymoon, Pulau Tabuhan menyuguhkan panorama pantai pasir putih bersih dengan air yang sangat jernih berwarna hijau toska. Tempat wisata di Banyuwangi ini berada di tengah Selat Bali yang tampak dari atas berbentuk seperti alat pemetik gitar.

Pulau ini dinamakan Tabuhan karena embusan angin sejuknya sayup-sayup terdengar seperti tetabuhan musik. Untuk menuju ke Pulau Tabuhan, Anda bisa menyewa perahu dan bertolak dari Pelabuhan Bunder Bangsring, Pantai Grand Watu Dodol, atau Pelabuhan Ketapang.

2. Bangsring Underwater

Bangsring Underwater merupakan wisata Banyuwangi terbaru yang jadi tujuan favorit para pecinta olahraga air. Anda bisa menghabiskan waktu dengan berenang bersama ikan, mengeksplor terumbu karang, dan snorkeling.

Awalnya, kawasan perairan Bangsring sempat rusak karena aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan bom. Barulah pada 2008, tim pengelola yang terdiri dari kelompok nelayan mengupayakan konservasi ikan dan terumbu karang di perairan Bangsring. Selang 7 tahun, Bangsring Underwater resmi dibuka sebagai objek wisata. Kesungguhan dalam merawat ekosistem air laut pun membuat Bangsring Underwater dianugerahi Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2017.

3. Pantai Teluk Hijau

Jangan mengaku traveler sejati kalau belum berenang di Pantai Teluk Hijau. Sesuai namanya, pantai pasir putih ini bersambung dengan air laut yang tampak kehijauan. Kamu bisa menemukan banyak alga yang tumbuh di dasar perairan.

Pantai Teluk Hijau masih menjadi bagian dari Taman Nasional Meru Betiri, sekitar 2 jam perjalanan dari pusat Kota Banyuwangi. Treknya yang diwarnai medan terjal pun membuat Pantai Teluk Hijau jarang disambangi orang sehingga masih sangat alami.

4. Pantai Bama

Selain Pantai Teluk Hijau, Anda juga wajib mengajak orang tersayang untuk menyusuri indahnya Pantai Bama. Tempat wisata Banyuwangi ini terletak di perbatasan Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Banyuwangi, serta masih menjadi bagian dari Taman Nasional Baluran. Ada spot foto unik yang populer yaitu jembatan di tengah hutan mangrove. Pemandangan sunrise di Pantai Bama juga sangat memesona.

5. Pantai Sukamade

Ingin merasakan pengalaman unik melepas tukik? Anda bisa bertolak ke Pantai Sukamade yang merupakan tempat konservasi penyu. Jika ingin melihat penyu bertelur di malam hari, datanglah antara bulan Oktober dan Maret saat penyu memasuki musim bertelur. Beberapa jenis penyu yang biasa mendarat untuk bertelur di pantai ini yaitu Penyu Lekang, Penyu Hijau, Penyu Sisik, dan Penyu Belimbing.

Tempat wisata Banyuwangi ini termasuk objek wisata terlindungi di kawasan Taman Nasional Meru Betiri yang dapat diakses menggunakan tur. Dengan menebus tiket mulai dari Rp5.000 untuk kunjungan di hari kerja dan mulai dari Rp7.500 untuk kunjungan akhir pekan, kamu sudah bisa menikmati panorama alam yang indah di pantai ini.

6. Pantai Boom

Salah satu tempat wisata pantai yang paling populer di kalangan wisatawan domestik adalah Pantai Boom yang terletak di dekat pusat kota Banyuwangi. Pantai di Banyuwangi ini sering menjadi tempat berkumpul anak muda, utamanya di sore hari. Terletak di Kampung Mandar, Pantai Boom terkenal sebagai pelabuhan penting sejak dulu.

Anda bisa menikmati kuliner di pinggir pantai atau bersantai di kursi yang disediakan dan menikmati pemandangan matahari terbenam. Salah satu atraksi yang paling menarik perhatian wisatawan adalah diadakannya Festival Gandrung Sewu yang rutin setiap tahun dengan menampilkan 1.000 penari yang menari di atas pasir pantai.

7. Pantai Plengkung

Menyambangi Pantai Plengkung di Banyuwangi akan memberikan pengalaman liburan yang luar biasa. Wisata Banyiwangi ini sering disebut sebagai G-Land-nya Banyuwangi. Tak hanya wisatawan dalam negeri, turis asing pun banyak yang menjadikan Pantai Plengkung sebagai destinasi wisata mereka. Disebut Plengkung karena bentuk pantainya yang melengkung, atau menyerupai huruf G.

Masih berada di kawasan Taman nasional Alas Purwo, Pantai Plengkung memiliki satu dari 7 ombak terbaik di dunia menyerupai pantai di Hawaii dan Afrika Selatan. Wisatawan banyak datang ke sini untuk berselancar, terutama di bulan April sampai Agustus, waktu datangnya ombak yang ketinggiannya bisa mencapai 8 meter. Jika tidak suka berselancar, tidak perlu khawatir. Di pantai ini, Anda bisa menikmati panorama Taman Alas Purwo atau bermain pasir di pinggir pantai.

8. Pulau Merah

Tempat wisata di Banyuwangi populer selanjutnya yaitu Pulau Merah atau biasa disebut Red Island. Surga dunia ini terletak di daerah Pesanggaran. Dulunya, Pantai Merah dikenal sebagai Pantai Ringin Pitu. Disebut Pantai Merah karena tanah perbukitan di pantai tersebut berwarna kemerahan.

Tidak hanya menikmati pasir putih dan indahnya sunset, Anda juga bisa menghabiskan waktu dengan snorkeling, surving, dan wisata kuliner. Terdapat Pura Tawang Alun di tepi pantai yang menjadi tempat berlangsungnya upacara Mekiyis yang diikuti pemeluk agama Hindu.

9. Pantai Wedi Ireng

Nama wedi ireng dalam bahasa Jawa berarti pasir hitam. Pantai di Banyuwangi ini memiliki keunikan, yakni terdapat pasir hitam yang tersembunyi di balik pasir putihnya di permukaan. Dibandingkan dengan pantai lain di Banyuwangi, Pantai Wedi Ireng cenderung sepi pengunjung.

Hal tersebut bukan karena pantai ini tidak cantik, melainkan karena lokasinya yang cenderung sulit dijangkau. Terletak di Desa Sumber Agung, Pantai Wedi Ireng masih berada dalam satu jalur dengan Pantai Pulau Merah.

Sisi timur pantai ini memiliki ombak yang lebih besar dari pada sisi barat yang cenderung berombak landai. Bebatuan karang di pinggir pantai, pasir putih, ombak yang tenang dan air laut yang jernih membuat wisatawan betah berlama-lama menghabiskan waktu di Pantai Wedi Ireng.

10. Pantai Rajegwesi

Pantai Rajegwesi terletak dekat dengan Taman Nasional Meru Betiri, Desa Sarongan, Kecamatan Pesaggaran. Pemandangan pantai yang indah dengan hamparan pasir putih serta air laut yang biru menjadi daya tarik pantai di Banyuwangi ini.

Pantai Rajegwesi berlokasi di tengah kampung nelayan. Anda akan melihat banyak kapal-kapal nelayan tertambat di pinggir pantai. Dinamakan Rajegwesi karena di sana terdapat “pagar besi”, yakni batuan karang yang mengandung besi.

Pengunjung yang datang tidak akan menemukan hamparan pasir pantai yang putih, melainkan pasir yang berwarna cokelat. Warna ini diperoleh dari endapan lumpur sungai-sungai yang bermuara di Pantai Rajegwesi. Selain itu, pantai ini juga merupakan penghubung antara Pantai Sukamade dan Teluk Hijau.

11. Pantai Pancur

Pantai Pancur terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo dan kerap dikunjungi oleh wisatawan baik dari Banyuwangi maupun kota lainnya. Wisata di Banyuwangi terbukti dengan lengkapnya fasilitas yang dibangun di sekitar pantai seperti musala, kamar mandi, dan kios penjual makanan.

Anda yang datang bisa menikmati suara debur ombak yang tidak terlalu besar, sehingga kerap dimanfaatkan oleh anak-anak untuk berenang atau bermain air. Di satu sisi, tepi pantai dihiasi oleh batu-batuan yang berlumut sedangkan di sisi lain terdapat hamparan pasir putih yang indah.

Menariknya, Anda akan menemukan sebuah aliran sungai kecil menyerupai air terjun mini. Air tawar tersebut kemudian mengalir dan langsung menyatu dengan air laut di bawahnya. Penamaan Pantai Pancur (pancuran) juga didasari oleh fenomena alam yang unik tersebut.Kebanyakan pengunjung yang datang akan menghabiskan waktu dengan berenang atau berkemah di sekitar pantai.

12. Pantai Ngagelan

Satu lagi pantai di Banyuwangi yang juga menjadi rumah konservasi bagi penyu-penyu adalah Pantai Ngagelan. Sama seperti Pantai Sukamade, Pantai Ngagelan menjadi lokasi penangkaran penyu yang terletak di kawasan Alas Purwo. Lokasinya juga tak jauh dari hutan bakau Bedul, dan berjarak sekitar 70 Km berkendara dari pusat kota Banyuwangi.

Hamparan pasir pantai yang luas dan sangat bersih menambah daya tarik pantai yang satu ini. Jika ingin melihat penyu-penyu datang dari laut, Anda sebaiknya datang di bulan April-Juni. Sedangkan bagi yang penasaran melihat penyu-penyu tersebut bertelur bisa datang ke Pantai Ngagelan pada bulan Juni-Agustus. Selanjutnya, telur penyu tersebut akan menetas dalam kurun waktu sekitar 8 minggu.

Ombak di Pantai Ngagelan cukup besar sehingga kurang cocok jika digunakan untuk berenang. Kebanyakan pengunjung yang datang ingin menikmati keindahan pantai sekaligus mempelajari tentang kehidupan penyu.

13. Pantai Trianggulasi

Meski hanya berjarak sekitar 2 km dari Pantai Plengkung, tak banyak wisatawan yang mengenal nama Pantai Trianggulasi. Penduduk setempat juga sering menyebut pantai ini dengan nama Tanggul Asri. Masih berlokasi di kawasan taman Nasional Alas Purwo, tepatnya di Desa Tegaldlimo dan berjarak sekitar 76 Km dari pusat kota Banyuwangi.

Bagi penggemar olahraga air, objek wisata ini bukanlah tempat yang tepat untuk menyalurkan hobi Anda. Pasalnya, meski memiliki ombak yang cukup menawan, pengelola setempat melarang pengunjung untuk berselancar atau berenang di pantai.

Namun, jangan khawatir karena Pantai Trianggulasi memiliki panorama yang indah. Garis pantainya yang landai dan topografinya yang memanjang menyuguhkan keindahan pantai yang seakan tidak terbatas. Di sekitar lokasi, Anda akan menemukan monyet-monyet liar dan rusa yang terkadang berjalan di pinggir pantai. Pengunjung yang datang bisa menghabiskan waktu dengan berkemah sembari menanti pemandangan matahari terbenam yang memesona.

14. Pantai Waru Doyong

Dibandingkan dengan pantai lainnya di Banyuwangi, Pantai Waru Doyong tergolong masih baru. Terletak di Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, pantai yang satu ini memiliki daya tarik unik yang banyak dikenal sebagai Dermaga Cinta. Dinamakan dermaga cinta karena kebanyakan pengunjung yang datang ke sini adalah pasangan yang menikmati keindahan pantai di dermaga tersebut.

Dermaga atau yang bentuknya menyerupai jembatan ini adalah tempat favorit warga sekitar dan wisatawan untuk menikmati pemandangan matahari terbit dan terbenam. Tak jarang pula pengunjung yang memanfaatkan dermaga cinta sebagai lokasi pemotretan foto pranikah.

Selain pemandangan matahari terbit dan terbenam, Pantai Waru Doyong juga memiliki panorama lain yang tak kalah indah. Dengan duduk-duduk di sekitar pantai, pengunjung akan disuguhi pemandangan bukit-bukit yang ada di seberang pantai dan kapal-kapal nelayan yang melintas menembus angin.

15. Pantai Cemara

Jika umumnya pantai dikelilingi oleh hutan bakau atau pohon kelapa, objek wisata yang satu ini ditumbuhi banyak pohon cemara di sekitar pantainya. Terletak di Desa Pakis, Anda akan menemukan lebih dari 16.000 pohon cemara yang tumbuh dengan cantik.

Sebelum terkenal dengan nama Pantai Cemara, pantai ini dulunya bernama Pantai Rejo. Para nelayan sepakat untuk menanami cemara di sekitarnya demi mendapat tempat berteduh dari teriknya matahari. Ternyata, pohon-pohon tersebut tak hanya menyediakan tempat berteduh tapi juga berfungsi untuk mencegah abrasi.

Makin lama, pohon yang tumbuh makin banyak dan ranting-rantingnya membentuk lengkungan yang membuat jalan setapak di pantai hampir menyerupai gua. Pantai Cemara juga berhadapan langsung dengan Selat Bali. Kebanyakan pengunjung yang datang akan membawa tikar dan makanan untuk berpiknik di tepi pantai. Beberapa juga melakukan kegiatan seperti berenang dan bersantai untuk menikmati panorama matahari terbit.

16. Pantai Mustika

Jika sempat menyambangi Pantai Mustika, Anda akan menemukan suasana pantai yang masih sepi. Pengunjung menyebut pantai ini sebagai pantai perawan karena kondisi sekitarnya yang masih asri dan tidak banyak dikunjungi wisatawan.

Wisata Banyuwangi ini terletak di Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, dan posisinya ada di antara Pantai Pulau Merah dan Pantai Pancer. Penamaan nama pantai ini tak lepas dari cerita warga setempat tentang seseorang yang menemukan mustika Ratu Kidul saat mengunjungi pantai tersebut. Orang tersebut kemudian membuang mustika tersebut ke laut dengan maksud mengembalikannya ke Ratu Kidul.

Soal panorama, Pantai Mustika memiliki keindahan pasir putih yang menghampar dengan ombak yang cenderung landai. Banyak pengunjung yang datang memanfaatkannya untuk sekadar bersantai atau berenang. Selain itu, kekayaan bawah laut pantai ini juga terbukti dengan beragamnya terumbu karang yang tumbuh. Anda bisa melakukan kegiatan snorkeling untuk membuktikan keindahan tersebut.

17. Air Terjun Jagir

Melepas penat di bawah guyuran Air Terjun Jagir bisa masuk rencana liburan akhir pekan selanjutnya. Berlokasi di Dusun Krajan, akses ke obyek wisata ini mudah dilalui kendaraan pribadi. Air terjun kembar setinggi 10 meter ini memiliki sumber mata air murni dari pegunungan, sehingga sangat jernih dan segar. Saat berkunjung ke Air Terjun Jagir, Anda harus menjajal terapi di kolam ikan pembersih kulit mati kaki.

18. De Djawatan Forest

Obyek wisata instagenic yang tidak kalah populer di Banyuwangi yaitu De Djawatan Forest atau Jawatan Benculuk. Menjelajah hutan yang penuh dengan pohon trembesi tinggi ini serasa masuk ke dunia ‘Lord of The Rings’.

Jawatan Benculuk mulanya dibangun sebagai area resapan air dan penimbunan kayu jati oleh Perhutani Banyuwangi pada 1952. Seiring berjalannya waktu, rupanya suasana syahdu dan mistik yang meliputi Jawatan Benculuk menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

19. Taman Nasional Alas Purwo

Berbagai wisata alam dan sejarah bisa ditemukan di Taman Nasional Alas Purwo yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa. Mulai dari candi Hindu Situs Kawitan, savana Sadengan, hutan mangrove, hingga Makam Gandrung tempat berlangsungnya upacara Petik Laut.

Ada pula Pantai Plengkung yang dijuluki sebagai G-Land karena memiliki ombak tinggi dan berlapis-lapis. Beberapa kali, Pantai Plengkung menjadi tuan rumah event selancar tingkat dunia.

20. Kawah Ijen

Menjadi wisata alam terpopuler di Banyuwangi, Kawah Ijen menyuguhkan panorama menakjubkan dari ketinggian 2.769 mdpl yang bakal selalu membekas di benak. Kawah Ijen merupakan danau kaldera dengan mengandung air yang sangat asam. Asap yang keluar dari tepi danau pun kian menambah pesona wisata di Banyuwangi ini beserta air hijaunya. Waktu terbaik untuk mengunjungi Kawah Ijen yaitu di malam hari. Ditemani pemandu, Anda bisa menyaksikan fenomena alam berupa api biru yang sangat indah.

21. Kawah Wurung

Kawah Wurung terletak di ketinggian 1.500 mdpl dengan luas mencapai 100 hektar. Obyek wisata ini merupakan padang rumput yang ditumbuhi bunga liar yang memesona. Serasa tinggal di bukit Teletubis. Rute menuju Kawah Wurung pun ramah untuk motor, mobil, bahkan bus. Pastikan untuk datang saat cuaca cerah agar bisa menikmati pemandangan indahnya!

22. Desa Wisata Osing

Desa Kemiren atau yang kerap dikenal dengan nama Desa Osing memiliki daya tarik utama Sanggar Genjah Arum dengan tatanan rumah-rumah kuno khas Osing yang berusia lebih dari 100 tahun. Bisa ditempuh dengan waktu 15 menit dari pusat Kota Banyuwangi, desa wisata ini akan mengenalkan budaya Suku Osing, abdi Kerajaan Majapahit. Mulai dari angklung paglak yang kerap dimainkan petani sembari menjaga sawah hingga Tari Barong Kemireng dan Tari Gandrung yang ditampilkan saat menyambut tamu.

23. Air Terjun Tirto Kemanten

Para pemburu air terjun tak boleh melewatkan keindahan air terjun yang satu ini. Air Terjun Tirto Kemanten yang berlokasi di lereng Gunung Raung menyajikan pemandangan menakjubkan. Kerap disebut sebagai Air Terjun Kembar, Air Terjun Tirto Kemanten terdiri dari dua air terjun yang berasal dari satu sumber mata air. Maka dari itu, air terjun ini disenamakan kemanten atau pengantin karena letaknya berdampingan. Untuk aksesnya, lokasi air terjun ini mudah dicapai dengan menapakai jalan sejauh 1 km.

24. Waduk Sidodadi

Waduk Sidodadi dahulunya dibangun sebagai sarana pengairan perkebunan tebu. Namun, potensi keindahan alam di sekitarnya tak disia-siakan oleh pemerintah setempat yang kemudian menyulap waduk ini menjadi tempat wisata. Anda bisa melakukan berbagai aktivitas menarik, seperti kegiatan luncur gantung sepanjang 160 meter menyeberangi waduk, menyewa ATV, berperahu, atau olahraga menantang di sirkuit motor. Tak hanya itu, tempat wisata Banyuwangi ini memiliki taman bunga yang cantik, kebun buah, kolam pemancingan, dan area perkemahan.

25. Bukit Mondoleko

Bukit Mondoleko merupakan sebuah bukit yang terletak di Desa Sragi, Kecamatan Sronggon. Wisatawan banyak yang memanfaatkan lokasi wisata ini untuk berswafoto atau sekadar menikmati pemandangan yang sejuk dari ketinggian.

Daya tarik utama dari Bukit Mondoleko adalah sebuah jembatan bambu yang terletak di atas bukit, di kawasan pegunungan Raung. Panorama yang ditawarkan tempat ini adalah pepohonan rindang dan sawah-sawah masyarakat setempat yang menghijau. Di puncak bukit terdapat sebuah pohon beringin yang di bawahnya ada sebuah makam yang dikeramatkan oleh penduduk setempat.

Untuk mencapai lokasi, Anda harus menempuh perjalanan yang cukup berat. Ada persawahan yang harus dilalui dan sungai yang harus diseberangi. Selanjutnya, Anda masih harus menapaki anak tangga untuk bisa sampai ke puncak bukit.

Itulah rekomendasi tempat wisata di Banyuwangi yang wajib dikunjungi bersama orang tersayang. Untuk mempermudah perjalanan, booking tiket wisata Banyuwangi maupun tour Banyuwangi di Traveloka. Anda juga bisa mendapatkan inspirasi wisata di Banyuwangi lainnya melalui Traveloka.

Selamat menikmati keindahan wisata Banyuwangi dan pesan tiket wisatanya di Traveloka!

Lihat Semua Aktivitas