Makassar
Rabu, 18 Mei 2022, 1 Malam

Mau dapatkan penawaran khusus dan harga terbaik?

Jadi yang pertama nikmati penawarannya di Traveloka App!
Mau dapatkan penawaran khusus dan harga terbaik?
Jadi yang pertama nikmati penawarannya di Traveloka App!
Download sekarang
Halaman 1
Total 102 hasil pencarian
FILTER
URUTKAN
AREA
Filter Pencarian
Kebijakan Pesanan
Gratis Pembatalan
RANGE HARGA PER MALAM
BINTANG HOTEL
1
2
3
4
5
Quick Filter
All Category
  • All Category
  • Staycation diskon s.d. 50% (4)
  • Extra Benefit (9)
  • Pilihan Terbaik (19)
  • All-star Accommodation (9)
  • Deal Xtra (102)
FASILITAS
WiFi
Kolam Renang
Parkir
Restoran
Resepsionis 24 Jam
Lift
Akses Kursi Roda
Pusat Kebugaran
Fasilitas Rapat
Antar Jemput Bandara
PROPERTY TYPE
Apartemen
Urutkan
  • Popularitas - Tertinggi
  • Harga - Termurah
  • Harga - Tertinggi
  • Rating - Tertinggi

    Penilaian user dari berbagai hotel di Makassar

    8.4
    Mengesankan

    452660 review dari berbagai hotel di Makassar dengan rata-rata score 8.4/10

    Masih ragu untuk memesan? Agar tidak salah pilih, beberapa penilaian dari hotel-hotel di Makassar dapat membantu Anda untuk memilih hotel yang tepat!

    VD
    CLARO Makassar
    9.7
    / 10
    9.7
    10 Mei 2022
    Sangat puas untuk fasilitas dan pelayanannya. Bakal langganan niih 🤗.

    Apartemen di Makassar

    Tentang

    Sebelum berubah menjadi Makassar seperti sekarang, dahulu kota ini dikenal dengan nama Ujung Pandang. Dilihat dari aspek infrastruktur dan pembangunan, Kota Makassar termasuk salah satu kota metropolitan di Indonesia. Di masa lalu, Kota Makassar sempat menjadi ibukota Negara Indonesia Timur, negara bagian Republik Indonesia Serikat yang berlangsung dari tahun 1949-1950. 



    Asal Usul Nama Kota Makassar

    Banyak yang mengira nama Makassar diambil dari kata ‘kasar’, namun menurut sejarah konon penamaan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan ini berasal dari mimpi Raja Tallo ke VI di abad ke-16. Kabarnya kala itu sang raja mendapatkan mimpi yang sama selama tiga hari berturut-turut. Dalam mimpinya, sang raja melihat cahaya yang bersinar terang dari Tallo ke seluruh penjuru kerajaan dan negeri. 

    Tepat di malam ke tiga, sebuah perahu kecil bersandar di bibir pantai Tallo. Terlihat sosok laki-laki tua melakukan gerakan-gerakan asing yang belakang diketahui sebagai gerakan salat. Anehnya, di malam yang gelap gulita, tubuh laki-laki tersebut memancarkan cahaya yang menggemparkan masyarakat Tallo saat itu. 

    Berita tentang laki-laki tua itu pun akhirnya sampai ke telinga sang raja. Setelah itu, sang raja segera bergegas menuju pantai Tallo. Belum sempat keluar istana, sosok laki-laki tersebut muncul di depan gerbang dengan wajah teduh dan tubuhnya memancarkan cahaya. Laki-laki itu mendekat dan menggenggam tangan sang raja. Usai berjabat tangan, tangan sang raja tiba-tiba muncul tulisan Arab yang raja sendiri tak tahu artinya. 

    Orang tua tersebut meninggalkan pesan bahwa akan ada lelaki yang datang ke wilayahnya dan sang raja perlu menunjukkan tulisan Arab itu kepada tamunya. Betul saja, seorang lelaki yang dikenal sebagai Datuk Ri Bandang, ulama penyebar Islam asal Minangkabau, terlihat menambatkan perahunya di bibir pantai. 

    Singkat cerita, sang raja menunjukkan tulisan tersebut ke Datuk Ri Bandang yang akhirnya menyebut bahwa tulisan Arab itu merupakan dua kalimat syahadat. Setelahnya, sang raja resmi memeluk agama Islam. 

    Kisah inilah yang menjadi awal mula nama Makassar diambil dari kata ‘Mangkasarak’ yang berarti orang yang memiliki sifat mulia dan jujur. 



    Daftar Julukan Kota Makassar

    Dalam perkembangannya, Kota Makassar memiliki sejumlah julukan yang melekat seperti Kota Daeng dan Kota Angin Mamiri. Sebenarnya, kata Daengmerupakan gelar untuk orang yang lebih tua atau juga bisa disebut sebagai ‘kakak’. Dahulu kata tersebut sering digunakan dalam interaksi masyarakat Kota Makassar. 

    Sementara itu, Kota Makassar juga lekat dengan sebutan Kota Angin Mamiri karena lokasi daerahnya yang berada dekat pantai sehingga memiliki angin yang berhembus semilir setiap harinya. 



    Makanan Khas Kota Makassar

    Sudah bukan rahasia lagi kalau Makassar memiliki beragam kuliner khas yang nikmat. Kalau Anda berkunjung ke Makassar, sempatkanlah untuk mencicipi beberapa olahan lokal seperti Coto Makassar, merupakan olahan daging yang disajikan bersama kuah rempah yang sedap dan dimakan bersama ketupat. 

    Selain itu ada juga pisang epe yang tak kalah populer. Pisang epe dibuat dari pisang kepok yang dipipihkan kemudian dibakar dan disajikan bersama saus gula merah yang telah dicampur dengan air daun pandan serta durian. 

    Sebagai penutup, Anda bisa menikmati segarnya es palu butung dan es pisang ijo. Sekilas tampilan es palu butung dan es pisang ijo terlihat sama. Namun, ke duanya ternyata memiliki perbedaan pada penampilan pisangnya. 

    Buah pisang pada es palu butung tidak dibungkus oleh adonan tepung, sedangkan buah pisang pada es pisang ijo dibalut dengan adonan tepung beras dan santan yang diberi pewarna hijau. Itulah alasan mengapa dinamakan pisang ijo. 



    Objek Wisata di Makassar

    Bila berbicara mengenai objek wisata di Makassar pasti identik dengan Pantai Losari. Tempat yang satu itu memang menjadi salah satu ikon Kota Makassar yang wajib dikunjungi. Meski begitu, Makassar juga punya tempat wisata lain yang tak kalah menarik, mulai dari objek wisata sejarah, wisata modern, hingga wisata alam yang menakjubkan. Berikut ini 5 rekomendasinya:


    Fort Rotterdam

    Benteng Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang sebenarnya merupakan bangunan peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Namun setelah perjanjian Bungaya, benteng ini jatuh ke tangan Belanda dan sempat menjadi tempat penimbunan rempah-rempah. Hingga kini, Benteng Fort Rotterdam masih berdiri dalam kondisi utuh dan terawat. Bagi masyarakat setempat, bangunan ini menjadi saksi bisu perjuangan rakyat melawan penjajah. 

    Sebagai salah satu destinasi wisata populer di Makassar, Benteng Fort Rotterdam selalu ramai oleh pengunjung. Lokasi Benteng Fort Rotterdam berada dekat dengan Pantai Losari. Jadi, setelah mengunjungi lokasi benteng, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Pantai Losari. 

    Memasuki bagian dalam Benteng Fort Rotterdam Anda akan melihat bangunan tua bertingkat 2 yang dikelilingi oleh taman yang hijau. Untuk menyimak kisah Makassar di masa lalu, Anda bisa pergi ke Museum La Galigo yang berlokasi di dalam benteng. Harga tiket masuk museum sebesar Rp5.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk pengunjung anak-anak. Museum La Galigo menyimpan benda-benda kuno terkait sejarah hidup masyarakat Sulawesi Selatan seperti miniatur kapal pinisi, model rumah adat, dan senjata tradisional. 

    Satu lagi bagian Benteng Fort Rotterdam yang harus dikunjungi adalah ruangan tahanan berukuran sedang yang konon menjadi lokasi pengasingan Pangeran Diponegoro. Sampai saat ini, kondisi ruangan tersebut masih terawat dengan baik. 


    Lokasi: Jl. Ujung Pandang, Bulo Gading, Ujung Pandang, Kota Makassar

    Tiket Masuk: -


    Hutan Mangrove Lantebung

    Selain wisata sejarah, Makassar juga punya ekowisata hutan bakau yang kabarnya menjadi ikon baru dari kota tersebut. Mulanya, kawasan ini dibangun untuk melindungi warga pesisir Kampung Lantebung yang sering terancam angin barat dari arah laut ketika musim hujan tiba. 

    Sekarang kondisi Hutan Mangrove Lantebung kian terawat dengan adanya jembatan warna-warni sepanjang kurang lebih 270 meter yang digunakan sebagai pijakan untuk berkeliling. Saat melewati jembatan, Anda akan menjumpai beberapa pondokan kecil yang berfungsi sebagai tempat istirahat dan pusat informasi. Berkat tampilannya yang unik tak jarang para wisatawan berhenti untuk mengabadikan momen ketika berada jembatan ini. 

    Di bagian ujung jembatan, Anda akan melihat pemandangan laut lepas yang menenangkan. Dari lokasi yang sama Anda juga bisa menikmati suasana sunset yang menawan. Supaya liburan di Hutan Mangrove Lantebung semakin berkesan, tersedia kapal yang bisa disewa untuk mengelilingi hutan. Adapun tarif yang harus Anda bayar yaitu sekitar Rp30.000 per perjalanan untuk 4 penumpang.

    Keberadaan Hutan Mangrove Lantebung ini turut meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Seperti yang diketahui, hutan bakau menjadi rumah yang nyaman bagi kepiting dan rajungan bertelur dan berkembang biak. Bila musim kepiting tiba, di lokasi ini para nelayan bisa memperoleh 7-10 kilogram kepiting per harinya. 


    Lokasi: Jl. Lantebung, Desa Bira, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar

    Tiket Masuk: Rp2.000/orang


    Trans Studio Makassar

    Di Indonesia memang tidak ada Disneyland atau Universal Studio. Sebagai gantinya, ada Trans Studio Makassar yang bisa Anda kunjungi bersama keluarga. Tempatnya pun tak kalah megah dari dua taman bermain tersebut. Dibuka sejak tahun 2009, Trans Studio Makassar bahkan mampu menampung lebih dari 5.000 pengunjung.

    Soal wahana bermain, Trans Studio Makassar telah dilengkapi dengan beragam permainan seru yang siap menciptakan pengalaman berlibur tak terlupakan. Setidaknya ada empat zona bermain dengan tema berbeda yang unik. Lokasi pertama yang bisa Anda kunjungi adalah Lost City. 

    Lost City merupakan zona bermain yang menawarkan pengalaman menyusuri hutan rimba dan melihat suasana suku pedalaman. Adapun beberapa wahana yang bisa dinikmati adalah Giant Swing, Jelajah, Rumah si Bolang, Rimba Express, dan Safari Track. 

    Dari Lost City, Anda bisa melanjutkan petualangan ke Studio Central yang menyuguhkan arsitektur bernuansa Hollywood tahun 60-an. Untuk menghibur para pengunjung, pihak pengelola menyediakan sejumlah atraksi kelas dunia seperti Trans City Theater, Science Center, Ferris Wheel, dan Bioskop 4D. 

    Kalau Anda datang bersama buah hati, zona ke tiga ini bisa menjadi lokasi bermain yang tepat. Adalah Cartoon City yang menawarkan wahana bermain asyik seperti Ayun Ombak, Bumper Car Kids. dan Karosel & Kids Studio. 

    Terakhir ada Magic Corner, lokasi bermain dengan sentuhan magis yang dilengkapi dengan wahana bermain Putar Petir dan Magic Thunder Coaster, Dunia Lain, serta Dragon Tower.


    Lokasi: Maccini Sombala, Kec. Tamalate, Kota Makassar

    Tiket Masuk: R138.000 (weekdays) dan Rp183.400 (akhir pekan)


    Pantai Losari

    Siapa yang tak kenal dengan objek wisata Makassar yang satu ini. Sebagai salah satu ikon terpopuler di Makassar, Pantai Losari kerap menjadi tujuan wisata bagi para pengunjung yang ingin bersantai sambil menikmati hembusan angin pantai yang menyejukkan. 

    Lokasinya pun terbilang strategis karena berada di pusat Kota Makassar. Jika Anda datang dari arah Bandara Sultan Hasanuddin, Pantai Losari dapat dijangkau dalam waktu kurang lebih 29 menit berkendara. 

    Bila sore tiba, Pantai Losari bisa menjadi lokasi yang pas untuk menikmati momen matahari terbenam. Dari anjungan Pantai Losari Anda akan menyaksikan panorama pantai yang menakjubkan tatkala matahari kembali ke peraduannya. Bagi penikmat fotografi, momen ini tentu wajib diabadikan melalui bidikan kamera. 

    Puas berburu sunset, Anda bisa mencicipi jajanan khas Makassar yang dijual oleh tenda-tenda makanan yang ada di sepanjang bibir pantai. Salah satu yang tak boleh dilewatkan adalah olahan pisang epe dengan cita rasa yang nikmat. Kalau haus, Anda bisa memesan es pisang ijo atau es palu butung yang identik dengan isian buah pisangnya. 


    Lokasi: Losari, Ujung Pandang, Kota Makassar

    Tiket Masuk: -


    Pulau Samalona

    Selain Pantai Losari, Makassar juga punya Pulau Samalona sebagai objek wisata bahari selanjutnya. Pulau Samalona berada di sebelah barat Makassar dan berjarak kurang lebih 2 kilometer dari Pantai Losari. Satu-satunya akses untuk menjangkau kawasan tersebut adalah dengan menggunakan perahu boat yang ada di dermaga depan Benteng Fort Rotterdam. 

    Ukuran Pulau Samalona memang tak begitu luas. Meski begitu, daya tarik yang dimiliki pulau ini mampu membuat siapa saja kagum. Apalagi pemandangan bawah lautnya. 

    Pantai Pulau Samalona memiliki pasir yang putih serta air laut yang biru. Di lokasi ini, Anda juga bisa menikmati panorama sunset dan sunrise yang memukau. Sepiring pisang goreng dan es kelapa muda pun siap menemani perjalanan Anda.

    Untuk menjelajahi keindahan bawah laut Pulau Samalona, Anda bisa menyewa perlengkapan menyelam yang dibanderol dengan harga beragam tergantung peralatan yang Anda sewa. 

    Soal fasilitas, Pulau Samalona telah dilengkapi dengan sejumlah fasilitas umum seperti toilet, musala, warung, hingga penginapan.


    Lokasi: Lae-Lae, Ujung Pandang, Kota Makassar

    Tiket Masuk: -



    Transportasi di Makassar

    Saat bepergian ke suatu tempat, selain akomodasi, transportasi merupakan hal penting selanjutnya yang perlu dipertimbangkan. Bagi pengguna kendaraan pribadi tentu saja tak perlu khawatir bila harus berpindah lokasi dari satu tempat ke tempat lainnya. Untuk Anda yang datang ke Makassar menggunakan angkutan masal, berikut sejumlah transportasi di Makassar yang bisa Anda manfaatkan. 


    Taksi

    Transportasi yang pertama adalah taksi. Umumnya taksi menggunakan mobil sedan untuk mengangkut penumpangnya, namun di Makassar tak semua tak taksi menggunakan mobil sedan tapi ada juga yang menggunakan mobil MPV yang kapasitasnya lebih banyak. Salah satu brand taksi yang memiliki reputasi cukup baik di Makassar adalah Bosowa Taxi. 


    Angkutan Kota (Pete-Pete)

    Di Makassar angkot dikenal dengan sebutan pete-pete. Biasanya pete-pete di Makassar berwarna biru dan mudah dijumpai karena jumlahnya juga cukup banyak. 


    Becak dan Bentor

    Selanjutnya ada becak dan bentor yang bisa Anda manfaatkan. Bila becak menggunakan tenaga manusia dengan dikayuh, lain halnya dengan bentor yang lebih modern karena ditenagai dengan mesin. Adapun tarif ke duanya terbilang relatif tergantung jauh dekatnya lokasi tujuan. 


    Ojek Online

    Kalau ingin lebih eksklusif, Anda bisa memesan ojek online untuk mengantar Anda ke lokasi tujuan. Jenis ojek online di Makassar juga beragam, silakan pesan sesuai aplikasi yang Anda gunakan. 


    Bus Damri

    Bus Damri merupakan angkutan masal yang beroperasi dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju pusat Kota Makassar dengan waktu tempuh sekitar 30-45 menit. Harganya pun cukup terjangkau. 



    Tips Wisata di Makassar

    Bagi Anda yang ingin melancong ke Makassar, simak beberapa tips wisata di Makassar berikut ini:


    1. Pertama-tama, siapkan bekal yang cukup, apalagi bila Anda akan pergi dalam beberapa hari. Adapun bekal yang harus disiapkan antara lain baju ganti, obat-obatan pribadi, dan uang tunai.
    2. Tips khusus untuk Anda yang menggunakan transportasi umum seperti pete-pete, becak, dan bentor usahakan untuk bertanya terlebih dahulu mengenai tarif. Sedangkan bagi Anda yang menggunakan taksi, pilihlah taksi yang memasang mesin argo supaya tarifnya lebih jelas. 
    3. Perhatikan rute/trayek transportasi yang Anda gunakan supaya tidak terlewat atau bahkan salah rute. 
    4. Berkunjung ke kawasan Sumba Opu sebagai surganya oleh-oleh khas Makassar. Di lokasi ini Anda bisa membeli buah tangan berupa kerajinan hingga makanan khas Makassar. Kawasan Sumba Opu juga dikenal sebagai pusat jual beli emas terbesar di Sulawesi Selatan.
    5. Bila berkunjung ke Pulau Samalona, siapkan sunblock untuk menghalau paparan sinar matahari yang begitu terik. Nyamuk lokal di Pulau Samalona cukup ganas, jadi siapkan pula lotion anti nyamuk. Hindari datang ketika musim hujan agar terhindar dari gelombang tinggi dan awan tebal yang cenderung terbentuk sehingga Anda tidak bisa menikmati sunset atau sunrise
    6. Gunakan aplikasi Traveloka untuk mendapatkan penginapan dan penerbangan murah ke Makassar. 


    Kamu bisa cek promo hotel terkini dan menyaksikan program Traveloka LIVEstyle flash sale yaitu live streaming untuk diskon tambahan lainnya.


    Apartemen di Wilayah Populer

    Cari apartemen-apartemen populer di kota lainnya:
    1. Apartemen >
    2. Indonesia (11,003 Apartemen) >
    3. Sulawesi Selatan (102 Apartemen) >
    4. Makassar (102 Apartemen)